Cerpen: Suatu Hari



Suatu Hari


Suatu hari, teman dekatku berkata, “Nikmatnya memiliki mimpi.”

Suatu hari, seorang guru ahli ilmu hadistku berkata, “Bermimpilah kalian setinggi mungkin, karena mimpi itu gratis!”

Suatu hari, ayahku bertanya padaku, “Apa mimpimu nak?”

Suatu hari, aku memiliki mimpi ingin menjadi ahli filsuf terkemuka.

Suatu hari, guru spiritualku berkata, “Ada beberapa lomba menulis yang bisa kau ikuti, lumayan hadiahnya bisa untuk membayar SPP satu bulan.”

Suatu hari, aku memiliki tekad yang kuad untuk memulai menjadi seorang penulis.

Suatu hari, aku mengikuti sayembara  menulis daring, lewat gawai guruku ku memulai semuanya.

Suatu hari, pengumuman pemenang sayembara menulis keluar. Ternyata aku masih terbelakang.

Suatu hari, ku marah pada diriku, menghujat, mencaci, dan memaki raga yang tak salah ini.

Suatu hari, aku memutuskan untuk tak bergeming pada laptop baruku, yang ayah sengaja beli satu bulan lalu.

Suatu hari, aku membiarkan egoku menang pada pertarungan ini.

Suatu hari, guru spiritualku memanggil dan tiba-tiba menamparku “baru kau gagal sekali, sudah menyerah. Jika seperti ini terus, hiduplah tapa memiliki apa-apa.”

Suatau hari, ku mulai meraih laptop baru pemberian ayahku itu. Kubiarkan egoku keluar dengan sendirinya.

Suatu hari, aku mulai bangkit, perlahan namun pasti, aku sudah tidak terbelakang di sayembara itu.

Suatu hari, egoku yang kemarin kubiarkan keluar, perlahan masuk menerobos benteng yang selama ini sudah kubangun. Katanya ini penyakit dari sebuah eksistensi.

Suatu hari.

Suatu minggu,

Suatu bulan.

Aku muak. Muak dengan keadaanku yang seperti ini. Hidup segan, mati tak mau. Begitulah.

Suatu hari, salah satu teman dekatku memulai pembicaraan di Whatsapp, tanpa basa basi dia bertanya, “Habis dari MA, mau lanjut kemana?”

Kubungkam, lumayan lama, kubiarkan dua centang biru itu tanpa ada niat untuk membalas.

Suatu hari, kujawab pertanyaan yang temanku lontarkan kemarin. “Aku ingin kuliah di Surabaya, mengambil jurusan Hubungan Internasional.”

Suatu hari, dia bertanya kembali, “Sudah sampai mana persiapannya? Wah, pasti sudah jauh dong larinya.” Dalam hatiku mengumpat, di sebenarnya mengejek atau mencela sih?

Persiapan? Lari?  Hhhh, bagaimana cara masuk universitas saja aku belum tahu.

Suatu hari, dia mengajakku untuk lari bersama. Dia berkata, “Lebih nikmat jika ada teman untuk berjuang.”

Suatu hari, aku memutuskan untuk lari, lari bersama teman-temanku. Saling memberi energi positif dan kepercayaaan diri.

Suatu hari, aku mengikuti ujian sebagai syarat untuk memasuki universitas yang ku inginkan. Bersama teman-teman seperjuanganku tentunya.

Jujur, rasanya seperti pertama kali ikut sayembara menulis, waktu itu.

Suatu hari, pengumuman ujian itu keluar. Ternyata aku tak cukup terbelakang untuk ujian  masuk universitas ini.

Aku dan teman-temanku lolos ujian ini.

Wah, tahun depan jadi mahasisawa Hubungan Internasional di Surabaya.

Suatu hari, kumulai melalui kehidupan perkuliahanku.

Suatu hari, kusering merasa jenuh, bosan dan rindu suasana waktu dulu sekolah di MA.

 Suatu hari, waktu-waktu menyebalkan di bangku perkuliahan datang. Jadwal yang semakin padat, isi tas yang semakin berat, dan bertemu dosen-dosen yang semakin galak.

Suatu hari, akhirnya ku menyelesaikan masa-masa perkuliahanku. Lulus dengan IPK tertinggi di universitas.

Suatu hari, aku berada di atas.

Apa yang ku mimpikan tercapai.

Aku jadi seorang filsuf terkenal sekarang, dan

Teman-temanku sudah meniti karir dengan baik.

Suatu hari, kita berkumpul bersama. Bercerita tentang suatu hari itu yang telah kita lalui.

 

****

Suatu hari, aku terbangun dari mimpiku. Mimpiku tentang ‘Suatu Hari’ itu.

Hanya sampai mimpi rupanya.

Akhirnya,

Hari ini, tepat didetik ini, dengan keadaanku yang seperti ini, aku benar-benar ingin  memulai  semua ‘Suatu Hari’ itu untuk tak hanya sekadar menjadi mimpi, melainkan menjadi hari-hari yang akan kutunggu suatu hari nanti.

 


Comments

  1. Keren banget si... Jiwa jiwa malasku, ketampol bik, btw makasih motivasinya

    ReplyDelete
  2. Anonymous9.6.20

    RUN!!!!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts